WikiPustaka: “Nyastra Digital” untuk Dipelajari Bersama

Komunitas Wikimedia Denpasar telah mengembangkan WikiPustaka atau Wikisource bahasa Bali pada tahun 2020. WikiPustaka adalah salah satu proyek Wikimedia yang bertujuan membangun perpustakaan yang terdiri atas sumber-sumber berbahasa Bali. Saat ini, isi WikiPustaka berasal dari hasil digitalisasi lontar-lontar koleksi Dinas Kebudayaan Provinsi Bali yang dipindahkan ke Wikisource Multibahasa. WikiPustaka dibangun atas kerja sama dengan Panlex.org dan Wikimedia Foundation.

Kenapa harus di WikiPustaka?

Pentingnya digitalisasi arsip adalah salah satu alasan WikiPustaka dikembangkan. Ada dua jalan yang bisa ditempuh untuk menyelamatkan naskah atau manuskrip yang dimiliki oleh masyarakat Bali. Pertama, cara tradisional yaitu merawat fisik manuskrip yang berupa lontar dengan melakukan konservasi dan pendataan. Hal ini sedang gencar dilakukan oleh pemerintah Bali bersama dengan penyuluh bahasa Bali yang ditugaskan di setiap desa di Bali. Ribuan lontar telah didata dengan berbagai kondisi, mulai dari kondisi baik, rusak ringan, hingga tidak dapat dibaca.

Kedua, melakukan proses digitalisasi. Lontar-lontar yang kondisinya baik, jika tidak dirawat akan mengalami nasib yang sama dengan lontar-lontar yang telah hancur dan rusak. WikiPustaka hadir sebagai tempat bagi lontar-lontar Bali yang telah digitalisasi dan tempat “nyastra digital”.

Istilah “nyastra” sudah tidak asing bagi para penggiat sastra dan aksara Bali. “Nyastra” berarti mendalami sastra, memahami dan menekuni ajaran-ajaran yang ada di lontar. Untuk menekuni dan mendalami isi dari lontar tentu harus paham aksara Bali serta mengerti bahasa Kawi dan/atau bahasa Bali. Proses ini dapat dilakukan di WikiPustaka. WikiPustaka kini telah menjadi sumber yang penting untuk belajar mengenai lontar. Sekitar dua ribu lontar tersedia di WikiPustaka. Semua lontar bisa diakses, dibaca dan diketik dengan berbagai gaya huruf (font) aksara Bali yang telah disediakan. Setelah itu, lontar diuji baca bersama. 

Apakah berkontribusi di WikiPustaka itu sulit?

Sulit, jika tidak ada keinginan belajar. Komunitas Wikimedia Denpasar dengan senang hati memberikan pelatihan mengenai siapa saja yang ingin berkontribusi dan membangun WikiPustaka menjadi perpustakaan digital yang bermanfaat. Lontar adalah salah satu warisan yang dimiliki oleh masyarakat Bali yang sesungguhnya diwariskan untuk dipelajari. Mendengar kata lontar, orang awam mungkin akan takut karena lontar dianggap tenget atau dikeramatkan oleh orang Bali. 

Di satu sisi, kita harus membuat lontar menjadi tenget. Artinya, dikeramatkan dengan memeliharanya, membacanya sedikit demi sedikit, memahaminya lebih dalam dan tidak sembarangan dalam memperlakukan lontar yang mengandung pengetahuan. Namun, di sisi lain, membuat lontar menjadi benda yang keramat tidak akan ada artinya jika berbagai pengetahuan yang ada di dalamnya rusak dan buah pemikiran para pendahulu Bali tidak bisa diwariskan ke generasi selanjutnya. 

Kami menunggu siapa saja, baik orang Bali, masyarakat umum maupun para penggiat sastra untuk bersama-sama “nyastra digital” serta mengembangkan perpustakaan ini. 

Penulis