Rasanya baru kemarin saya berdiri di depan ruangan Pendopo kantor Google Indonesia, mempresentasikan hasil akhir dari sebuah perjalanan panjang tahun 2025. Ada rasa lega, tentu saja. Namun, lebih dari itu, ada rasa bangga yang sulit saya lukiskan hanya dengan angka-angka di layar presentasi.
Ketika saya bergabung ke dalam tim Proyek Gayatri pada April 2025, saya dihadapkan sebuah target yang cukup ambisius: 1.200 artikel baru untuk Wikipedia bahasa Indonesia. Bagi saya, angka itu bukan sekadar statistik. Itu adalah janji untuk mengisi ruang kosong informasi di internet kita, ruang yang selama ini sering kali diisi oleh misinformasi, hoaks, atau sekadar ketiadaan referensi dalam bahasa ibu kita.
Nama Gayatri ada bukan tanpa alasan. Dalam filosofinya, Gayatri adalah ibu dari segala mantra, sebuah simbol kebijaksanaan dan pencerahan. Misi kami sederhana, menjadi pencerah di tengah kabut informasi yang sering kali menyesatkan.
Kami tidak ingin proyek ini hanya menjadi ledakan sesaat. Oleh karena itu, strategi kami adalah lari maraton, bukan lari cepat. Kami menjaga laju dan membagi tahun 2025 menjadi beberapa kuartal dengan fokus topik yang berbeda-beda, mulai dari meluruskan misinformasi, mengangkat sejarah perempuan yang terlupakan, hingga mendokumentasikan isu lingkungan hidup.
Kami bergerak dengan strategi hibrida. Kami turun ke lapangan lewat WikiLatih untuk menyentuh 135 kontributor baru, mengajarkan teknis dasar menulis artikel di Wikipedia, serta Kopdar bersama beberapa komunitas Wikimedia yang ada di Indonesia. Namun, kami juga menjaga api semangat ini melalui tantangan menulis daring.
Hasilnya luar biasa. Di setiap kuartal, para kontributor selalu memberikan lebih dari yang diminta. Di kuartal keempat, kami memutuskan untuk bereksperimen. Bagaimana jika menulis di Wikipedia dibuat setegang pertandingan sepak bola? Lahirlah Liga Gayatri.
Tim Proyek Gayatri mengadopsi format liga olahraga profesional: ada klasemen harian yang diperbarui setiap malam, klasemen mingguan yang menghadirkan pemenang, ada babak reguler, dan ada fase playoff atau sistem gugur sampai babak final. Ternyata, gamifikasi ini adalah bensin yang memicu ledakan produktivitas yang belum pernah saya lihat sebelumnya. Adrenalin kompetisi membuat para kontributor berlomba-lomba menyajikan artikel yang berkualitas. Hanya dari fase Liga ini saja, lahir 5.495 artikel. Sebuah angka yang fantastis.
Saya ingin memberikan apresiasi khusus kepada para atlet literasi. Selamat kepada Syahrul Ramadan (Syahramadan) yang keluar sebagai Juara 1 dengan total 707 artikel di babak playoff dan kepada Khairul Rasyidi (Rang Djambak) dengan 486 artikel di babak reguler. Kalian membuktikan bahwa semangat berbagi pengetahuan bisa sama serunya dengan kompetisi olahraga.
Ada total 7.656 artikel baru yang dihasilkan dari Proyek Gayatri dari target awal 1200. Ini menjadi bukti bahwa komunitas Wikipedia bahasa Indonesia memiliki potensi yang sangat besar jika diberi wadah yang tepat. Namun, keberhasilan Proyek Gayatri bukan hanya soal ribuan artikel baru. Keberhasilan sesungguhnya adalah ketika seorang siswa di pelosok daerah bisa mencari tugas sekolah tentang perubahan iklim dan menemukan artikel lengkap dalam bahasa Indonesia. Keberhasilan adalah ketika publik mencari fakta tentang sejarah yang sering kali ditulis ulang dan tidak lagi tersesat oleh narasi palsu.
Terima kasih kepada seluruh tim Proyek Gayatri sekaligus para mentor saya (Hardiansyah, Dimas, dan Sakti), rekan-rekan di Wikimedia Indonesia, Cassie Chan sebagai pengawas dari Google Asia Pacific, Le Loy yang selalu sigap membantu menyediakan perangkat kompetisi, mitra di Wikimedia Foundation dan Google Indonesia, rekan dari berbagai lembaga, serta para peserta yang telah menuliskan pengetahuan bagi bangsa ini.
Gayatri telah menyalakan pencerahan dan tugas kita selanjutnya adalah menjaga apinya agar tidak pernah padam. Sampai jumpa di proyek berikutnya!




