Panggilan Terbuka – Partisipasi pada Hackathon Data Budaya “Coding da Vinci”

Goethe-Institut dan Wikimedia Indonesia memberi kesempatan kepada pakar bidang GLAM (galeri, perpustakaan, arsip, museum), TI dan desain untuk melakukan kunjungan ke Jerman dalam rangka membina jejaring. Para peserta akan mengenal perkembangan baru di bidang data budaya terbuka, menjalin jejaring dengan sejawat dan institusi kebudayaan di Munchen, dan berpartisipasi dalam hackathon data budaya Coding da Vinci (6 -7 April 2019).

 

Apa itu data budaya terbuka? Data budaya merupakan hasil digitalisasi objek budaya. Pada dasarnya ini adalah gambar yang didigitalkan, rekaman audio, objek 3D, atau rekaman video yang dilengkapi deskripsi terstruktur (metadata). Data budaya terbuka disediakan di bawah lisensi terbuka untuk penggunaan tanpa pembatasan.

 

Dengan publikasi data budaya di bawah lisensi terbuka, institusi kebudayaan dapat menjangkau kelompok sasaran yang sama sekali baru. Namun penyediaan data terbuka tidak dengan sendirinya berarti data tersebut akan digunakan secara luas. Baru setelah data itu dijadikan produk seperti app, situs web, visualisasi, atau permainan, akan tercipta akses baru terhadap seni dan budaya.

 

Pandangan baru terhadap koleksi sendiri dan sumber daya yang diperlukan, yang merupakan hal-hal yang menentukan dalam pengembangan layanan digital, sering kali tidak tersedia di berbagai institusi kebudayaan. Dalam hal ini, hackathon budaya Coding da Vinci ingin berperan dengan cara menautkan dunia kebudayaan dan dunia teknologi serta dengan memperlihatkan peluang tidak terduga apa saja yang terdapat pada data budaya terbuka.

 

Beasiswa I: Keikutsertaan pada kegiatan hackathon berikut acara pendamping (kunjungan 7 hari)

Beasiswa meliputi:

  • Perjalanan pergi-pulang dari kota tempat tinggal ke Munchen (kelas ekonomi)
  • Penginapan dari tanggal 2-8 April 2019 di Munchen
  • Lump-sum untuk biaya makan-minum
  • Keikutsertaan dalam kegiatan hackathon budaya Coding da Vinci di Munchen (6 dan 7 April 2019)
  • Aktivitas berjejaring dengan institusi kebudayaan yang relevan/pengembang/desainer melalui jejaring Coding da Vinci dan Goethe-Institut
  • Program satu minggu di Munchen bersama pakar-pakar dari kawasan lain: Amerika Selatan, Afrika Subsahara, Asia Tenggara (pertemuan dengan pelaku dari museum dan institusi kebudayaan lain, serta lokakarya)

 

Untuk memaksimalkan ide-ide dan inspirasi serta pengetahuan yang didapat dari kegiatan hackathon budaya Coding da Vinci, setelah kunjungan ke Jerman kami menyarankan Anda untuk terus mengembangkan proyek-proyek yang telah digulirkan dan mengikuti acara penganugerahan penghargaan di Nürnberg pada tanggal 18 Mei 2019 melalui koneksi daring (online). Selain itu, para peserta diminta untuk mengagihkan pengalaman mereka dalam rangka sebuah acara yang diselenggarakan oleh Goethe-Institut dan Wikimedia Indonesia.

 

Beasiswa II: Keikutsertaan pada kegiatan hackathon dilanjutkan dengan residensi (kunjungan 8 minggu)

Keikutsertaan pada kegiatan hackathon budaya Coding da Vinci (6 – 7 April 2019 di Munchen) serta pada acara penganugerahan penghargaan di Nürnberg (18 Mei 2019). Jeda waktu antara kedua acara tersebut dapat dipergunakan antara lain untuk pengembangan proyek yang dihasilkan dari hackathon budaya, berjejaring dengan sejawat di sana serta peningkatan kapasitas profesional diri sendiri.

 

Beasiswa meliputi:

  • Perjalanan pergi-pulang dari kota tempat tinggal ke Munchen (kelas ekonomi)
  • Akomodasi di Künstlerhaus Ebenböckhaus di Munchen-Pasing dan beasiswa sebesar 1.200 EUR per bulan selama kurun waktu 1 April – 31 Mei 2019 (dalam rangka program residensi kota Munchen).
  • Partisipasi pada hackathon budaya Coding da Vinci (6 – 7 April 2019 di Munchen) serta pada acara penganugerahan penghargaan di Nürnberg (18 Mei 2019).
  • Aktivitas berjejaring dengan institusi kebudayaan yang relevan/pengembang/desainer melalui jejaring Coding da Vinci dan Goethe-Institut
  • Program di Munchen bersama pakar-pakar dari kawasan lain: Amerika Selatan, Afrika Subsahara, Asia Tenggara (pertemuan dengan pelaku dari museum dan institusi kebudayaan lain, lokakarya)
  • Program pendampingan individual selama kurun waktu beasiswa; diatur oleh Goethe-Institut.

 

Seusai kunjungan di Jerman, para peserta diminta untuk mengagihkan pengalaman mereka dalam rangka sebuah acara yang diselenggarakan oleh Goethe-Institut dan Wikimedia Indonesia.

 

Profil Anda

 

Dibutuhkan pakar dari bidang-bidang sebagai berikut:

Pakar dari bidang GLAM

  • Anda bekerja di fasilitas GLAM (galeri, perpustakaan, arsip, museum), di institusi akademis, di posisi penanggung jawab di lembaga kebudayaan, atau berada pada tahap akhir penyelesaian/kelulusan studi di bidang yang relevan (sejarah seni, ilmu-ilmu budaya, humaniora digital, dsb.)
  • Anda berminat pada tema Data Budaya Terbuka atau bekerja di bidang ini
  • Anda berpengalaman dalam penyusunan konsep proyek digital di bidang budaya
  • Anda senang bekerja di titik temu antara budaya dan TI
  • Anda meyakini pentingnya digitalisasi dan data terbuka di bidang budaya dan ingin memajukan tema ini
  • Anda berminat terlibat pertukaran dalam lingkungan internasional
  • Anda fasih berbahasa Inggris

 

Pengembang/Ilmuwan Data

  • Anda mengembangkan situs web, app atau aplikasi lain dan/atau berpengalaman dengan Data Terbuka (open data) dan aplikasi berbasis API
  • Anda berminat pada tema Data Budaya Terbuka (Open Cultural Data)
  • Anda senang bekerja di titik temu antara budaya dan TI
  • Anda meyakini pentingnya digitalisasi dan data terbuka di bidang budaya dan ingin memajukan tema ini
  • Anda berminat terlibat pertukaran dalam lingkungan internasional
  • Anda fasih berbahasa Inggris

 

Spesialis/Desainer UX

  • Anda berpengalaman dalam penyusunan konsep untuk panduan pengguna, desain interaksi dan arsitektur informasi dan dapat memvisualisasikan gagasan dengan bantuan wireframe dan purwarupa, atau membuat desain untuk situs web, app, atau aplikasi lain
  • Anda berminat pada tema Data Budaya Terbuka (Open Cultural Data) dan menyukai mendapatkan inspirasi dari bidang seni
  • Anda senang bekerja di titik temu antara budaya dan TI
  • Anda meyakini pentingnya digitalisasi dan data terbuka di bidang budaya dan ingin memajukan tema ini
  • Anda berminat terlibat pertukaran dalam lingkungan internasional
  • Anda fasih berbahasa Inggris

 

Cara mengajukan lamaran

Lamaran untuk beasiswa yang ditawarkan dapat diajukan s/d tanggal 21 Januari 2019.

Silakan isi formulir daring kami di s.id/codingdavinci

 

Diselenggarakan oleh

Sebelumnya

Proyek Percontohan dari Google dan Wikimedia Indonesia untuk Pengguna Pencarian Bahasa Indonesia

Tentang Proyek Ini Wikimedia foundation bersama Wikimedia Indonesia saat ini sedang bekerja sama...

Berikutnya

Kaleidoskop Indonesia dalam Bingkai Wiki Cinta Budaya

Kompetisi foto Wiki Cinta Budaya telah berakhir pada 31 Oktober 2018. Kompetisi ini bertujuan untuk...

One thought on “Kaleidoskop Indonesia dalam Bingkai Wiki Cinta Budaya

Comments are closed.