Wiki Cinta Alam Indonesia adalah kompetisi fotografi yang bertujuan untuk mendokumentasikan keindahan alam Indonesia dan meningkatkan kesadaran akan pentingnya pelestarian alam. Kompetisi ini merupakan bagian dari Wiki Loves Earth. Wikimedia Indonesia berpartisipasi dalam kegiatan ini sejak tahun 2017 dan telah berhasil mengumpulkan ribuan foto yang menggambarkan kekayaan alam Indonesia. Pada tahun 2024, kompetisi kembali digelar tidak hanya untuk mempromosikan keindahan alam, tetapi juga menyoroti spesies yang terancam punah serta ekosistem yang rentan terhadap kerusakan. Foto yang dihasilkan dapat digunakan untuk edukasi dan kampanye perlindungan alam sehingga mendorong kesadaran publik akan pentingnya menjaga alam.

Saya tidak menyangka ketika mengetahui foto saya mendapat penghargaan. Walaupun saya sudah mulai belajar audio visual sejak 2008, saya lebih banyak berkecimpung di bidang penulisan, tata kamera, dan penyuntingan video. Saya merasa fotografi punya kesulitan tersendiri, terutama terkait dengan momentum. Dengan hasil dari Wiki Love Earth ini, saya merasa bahwa foto bagus tidak selalu harus wah, dan ini menambah keberanian saya untuk mempublikasikan jepretan saya ke khalayak yang lebih luas.

Asep Triyatno, pemenang kompetisi

Mengikuti lomba foto Wiki Cinta Alam 2024 merupakan hal yang luar biasa dan mengesankan bagi saya. Saya dapat turut serta memberikan data visual tentang keindahan dan kekayaan alam Indonesia, sehingga keindahan ini wajib kita jaga dan lestarikan. Saya juga belajar untuk mengeksplorasi kekayaan flora dan fauna Indonesia, terutama yang ada di daerah sekitar saya.

Akhmat Haridi, pemenang kompetisi

Selain pengalaman dari pemenang di atas, foto di bawah ini dapat dijadikan pengingat bahwa gambar dapat bercerita tentang banyak hal.     

Yaki di Tangkoko oleh Asep Triyatno dilisensikan dengan CC BY-SA 4.0

Foto ini menggambarkan Yaki atau monyet hitam Sulawesi (Macaca nigra) yang merupakan spesies endemik Sulawesi Utara. Populasinya semakin terancam akibat hilangnya habitat alami. Foto ini diambil di Cagar Alam Tangkoko yang menjadi tempat perlindungan terakhir bagi spesies ini. Yaki dikenal dengan wajah hitamnya yang ekspresif dan jambul yang khas. Ancaman utama bagi keberadaan Yaki adalah deforestasi, perburuan, dan konflik dengan manusia.

Ratu Menatap Lensa oleh Digedrun dilisensikan dengan CC BY-SA 4.0

Badak Sumatera (Dicerorhinus sumatrensis) merupakan spesies badak terkecil dan paling terancam punah di dunia. Salah satu tempat perlindungan bagi mereka adalah Taman Nasional Way Kambas, Lampung. Di sini, upaya konservasi dilakukan dengan hati-hati melalui program penangkaran semi-alami untuk menjaga populasi mereka yang kritis. Salah satu ikon konservasi di Way Kambas adalah Ratu, badak betina yang berhasil melahirkan dua anak di penangkaran. Kelahiran tersebut adalah pencapaian bagi kelangsungan spesies ini. Dalam foto Ratu menatap lensa, terlihat sorot mata tajamnya yang seolah mengungkapkan harapan untuk masa depan spesiesnya. Potret ini bukan hanya sekadar gambar, tetapi juga simbol ketekunan dan harapan manusia dalam melindungi warisan alam yang berharga.

Kuskus di Tahura Bontobahari oleh Syamsul Rivai dilisensikan dengan CC BY-SA 4.0

Kuskus merupakan mamalia marsupial yang tinggal di hutan tropis. Foto ini diambil di Taman Hutan Raya Bontobahari yang merupakan salah satu habitat alami kuskus di Sulawesi. Foto ini menggambarkan pentingnya menjaga habitat alami agar spesies seperti kuskus tetap dapat bertahan hidup. Hewan ini memiliki bulu lebat dan ekor prehensil yang membantunya bergerak di pepohonan. Sayangnya, kuskus semakin jarang ditemui akibat deforestasi dan perburuan untuk dijadikan hewan peliharaan.

Wiki Cinta Alam Indonesia bukan sekadar kompetisi fotografi, tetapi juga sebagai cara menyadarkan kita akan pentingnya menjaga keindahan dan kekayaan alam Indonesia. Melalui lensa para peserta, kita diingatkan bahwa setiap foto memiliki makna lebih dalam. Misalnya, sebagai pengingat untuk melindungi spesies yang terancam punah dan habitatnya. Semakin banyak dokumentasi visual yang dihasilkan, kami berharap bahwa kesadaran untuk menjaga alam akan semakin luas. Foto pemenang kompetisi dapat dilihat di Wikimedia Commons. Mari bersama-sama berkontribusi, baik melalui foto, cerita, atau tindakan nyata untuk menjaga alam ini tetap lestari bagi generasi mendatang.


Keterangan gambar utama: Baluran’s Deer Family oleh Masmusdjeprat dilisensikan dengan CC BY-SA 4.0

Penulis