Pembelajaran Berbasis Budaya, Efektifkah?

Pada hari Jumat, tanggal 11 September 2020 yang lalu, Wikimedia Indonesia diundang oleh Zenius Education untuk berkolaborasi mengisi Gelar Wicara yang diadakan oleh Zenius Education. 

 

Manajer Urusan Internal dan Kemitraan Wikimedia Indonesia, Rachmat Wahidi, serta Koordinator Pendidikan Wikimedia Indonesia, Nur Rahmi Nailah, mewakili Wikimedia Indonesia sebagai narasumber dalam kegiatan yang disiarkan secara langsung di YouTube dan Facebook Zenius Education. 

 

Dipandu oleh Eka Sari dari Zenius Education, Rachmat dan Rahmi bergiliran menyampaikan materi melalui salindia (presentasi) yang ditayangkan di layar. Materi yang disampaikan dalam acara gelar wicara tersebut adalah pembelajaran berbasis budaya di tengah-tengah kemajuan teknologi pada masa kini. 

 

Dalam bahasan yang disampaikan oleh Wikimedia Indonesia, salah satu aspek budaya yang digunakan sebagai sarana pembelajaran adalah bahasa daerah. Hal ini sejalan dengan misi Wikimedia Indonesia yang mendukung penyebaran ilmu pengetahuan dalam bahasa Indonesia maupun bahasa daerah yang dipertuturkan di Indonesia.

 

Anggapan masyarakat bahwa bahasa daerah itu kuno, tidak modern dan tidak berkembang merupakan anggapan yang kurang tepat. Bahasa daerah sebenarnya mampu bersaing di tengah populernya bahasa asing dan dapat digunakan sebagai sarana menyebarkan pengetahuan, terutama yang berhubungan dengan budaya lokal.

 

Di Wikipedia terdapat artikel-artikel mengenai sejarah, astronomi, matematika hingga budaya yang ditulis dengan menggunakan bahasa-bahasa daerah. Hal ini membuktikan bahwa bahasa daerah bisa digunakan untuk menuliskan topik yang beragam. Hanya saja masih jarang orang yang bersedia mencoba mempraktikkannya. Kondisi ini kemudian memantik anggapan masyarakat bahwa bahasa daerah kuno dan tidak modern.

 

Pembelajaran bahasa daerah juga dapat memunculkan romantisme dan apresiasi budaya lokal sehingga ilmu yang disampaikan bisa terserap dengan lebih mudah. Selain itu, proses pembelajaran tersebut merupakan bagian dari usaha pelestarian bahasa-bahasa daerah yang ada di Indonesia, mengingat terdapat lebih dari 30 bahasa daerah, dari 700 bahasa daerah di Indonesia yang saat ini terancam punah. 

 

Video lengkap gelar wicara dapat Anda saksikan di kanal YouTube Wikimedia Indonesia


Oleh: Nur Rahmi Nailah dan Rachmat Wahidi

Sebelumnya

Wikipedia Banjar dan Wikipedia Bali: Sekilas Perbandingan

Bahasa Banjar sejatinya bahasa yang kaya. Sayangnya, upaya pelestariannya terasa kurang semarak....

Berikutnya

Modul Wikipedia untuk Awam: Menjawab Kesalahpahaman tentang Wikipedia

Walau Wikipedia telah dikenal sebagai ensiklopedia bebas terbesar di dunia dan berada di peringkat...