Konferensi WikiNusantara kembali digelar pada pada 11–12 April 2026 di Makassar. Konferensi yang menyatukan para sukarelawan proyek Wikimedia ini dihadiri oleh 60 peserta dari 21 komunitas yang tersebar di Indonesia. Selama dua hari konferensi, para peserta tidak hanya bertemu, tetapi juga berbagi pengalaman, mendiskusikan tantangan, serta menjajaki peluang kolaborasi untuk mengembangkan gerakan pengetahuan terbuka di Indonesia.
Makassar dipilih menjadi tuan rumah sebagai bagian dari upaya memperluas partisipasi komunitas, khususnya dari wilayah Indonesia Timur. Dikenal dengan julukan “Anging Mammiri”, kota ini memiliki keberagaman budaya yang hidup dalam keseharian masyarakatnya, yang turut memberi konteks bagi perayaan keragaman pengetahuan dalam WikiNusantara 2026.
Bineka, Berkarya, Berkelanjutan
WikiNusantara pada tahun ini mengangkat tema Bineka, Berkarya, Berkelanjutan sebagai penegasan arah gerakan komunitas Wikimedia di Indonesia. Tema ini menyoroti keragaman kontributor, semangat untuk terus berkarya, serta pentingnya menjaga keberlanjutan gerakan. Keragaman latar belakang menjadi kekuatan utama komunitas, sedangkan kontribusi melalui penyuntingan, program, dan riset menjadi bentuk nyata keterlibatan sukarelawan. Pada saat yang sama, keberlanjutan menjadi perhatian penting, terutama dalam memastikan regenerasi kontributor dan kesinambungan upaya berbagi pengetahuan.
Kolaborasi bersama peneliti dan Universitas Hasanuddin

Satu hal yang baru di WikiNusantara kali ini adalah pelibatan peneliti dan kampus sebagai pemangku kepentingan pengetahuan terbuka. Rangkaian kegiatan diawali dengan pra-konferensi pada 10 April bersama Universitas Hasanuddin. Kegiatan ini membuka ruang bagi mahasiswa untuk mengenal lebih dekat proyek-proyek Wikimedia dan potensinya dalam dunia akademik. Melalui WikiLatih, peserta menyunting di Wikipedia, Wikidata, dan Wikimedia Commons, sekaligus memahami proses di balik produksi pengetahuan terbuka.
Pada pra-konferensi ada juga sarasehan Dunia Wiki yang membahas bagaimana Wikimedia dapat dimanfaatkan dalam riset sekaligus perannya dalam pelestarian bahasa. Peneliti yang hadir antara lain Dr. Ika Alfina (Universitas Indonesia) yang menyampaikan Pemanfaatan Wikipedia & Wikidata dalam NLP: Pengembangan Dependency Treebank Bahasa Jawa dan Prof. Dr. Nur Aini Rakhmawati (Institut Teknologi Sepuluh Nopember) yang membahas The Peace on Your Plate: How Linked Data is Revolutionizing Halal Transparency.
Diskusi berlanjut pada tema Utamakan Bahasa Indonesia, Lestarikan Bahasa Daerah bersama Ivan Lanin dan Prof. Dr. Muhlis Hadrawi, yang menyoroti tantangan dan peluang menjaga bahasa daerah di era digital. Rangkaian ini menjadi langkah awal untuk mendorong keterlibatan generasi muda dalam gerakan pengetahuan terbuka.
Ruang berbagi dan kolaborasi komunitas

Pada acara utama, rangkaian kegiatan berfokus pada pertemuan dan pertukaran pengalaman antarkomunitas. Hari pertama dibuka dengan WikiNusantara Talk bersama Makassar Heritage Society (MAHESTY) dan Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) tentang pentingnya dokumentasi pengetahuan lokal di ruang digital. Sesi ini dilanjutkan dengan presentasi peneliti, seperti pada pra-konferensi, yang membahas pemanfaatan proyek Wikimedia dalam riset. Peserta kemudian mengikuti presentasi komunitas, lokakarya, dan photowalk.
Pada hari kedua, diskusi berlanjut melalui sesi dari Wikimedia Indonesia, edit-a-thon, dan forum terbuka (tudang sipulung). Berbagai sesi ini memberi ruang bagi peserta untuk bertukar pengalaman dan praktik dari komunitas masing-masing.
Pengenalan budaya lokal melalui photowalk dan malam keakraban

Pengenalan budaya lokal Makassar menjadi bagian penting dalam rangkaian WikiNusantara 2026. Salah satunya melalui photowalk, di mana peserta mengunjungi Masjid 99 Kubah dan Benteng Rotterdam untuk mendokumentasikan lanskap kota, arsitektur, dan situs bersejarah. Kegiatan ini tidak hanya memberi pengalaman langsung mengenal Makassar, tetapi juga menghasilkan dokumentasi yang kemudian diunggah dalam sesi edit-a-thon sebagai kontribusi ke Wikimedia Commons.
Nuansa budaya juga hadir dalam malam keakraban, yang menjadi salah satu kegiatan baru dalam WikiNusantara. Penampilan Tari Paraga memperlihatkan seni tradisional dengan permainan bola rotan yang dinamis. Melalui kegiatan ini, peserta dapat memahami konteks lokal secara lebih dekat sekaligus memiliki ruang untuk saling mengenal, mempererat hubungan, dan melakukan refleksi bersama.
Tantangan dan upaya penyesuaian
Dalam penyelenggaraannya, WikiNusantara 2026 juga diwarnai oleh berbagai tantangan. Salah satunya adalah kondisi pemblokiran yang memengaruhi akses ke proyek Wikimedia. Situasi ini mendorong penyesuaian dalam pelaksanaan kegiatan, dengan perhatian lebih pada aspek keamanan dan privasi acara. Di sisi lain, hal ini juga membuka ruang diskusi untuk mencari solusi dan strategi bersama, yang kemudian diangkat dalam forum terbuka.
Keberagaman latar belakang peserta, baik dari segi pengalaman maupun kebutuhan, juga menjadi pertimbangan dalam penyusunan rangkaian kegiatan. Untuk mengakomodasi hal tersebut, panitia melakukan survei pra-konferensi, membuka pengajuan sesi dari peserta, serta melakukan kurasi materi agar tetap relevan dengan kebutuhan peserta.
Menutup pertemuan, melanjutkan gerakan bersama

WikiNusantara 2026 menunjukkan bahwa sebuah pertemuan komunitas tidak hanya berfungsi sebagai ruang berbagi pengetahuan, tetapi juga sebagai proses untuk saling memahami cara kerja, tantangan, dan kebutuhan yang berbeda-beda di setiap komunitas. Kolaborasi dalam gerakan pengetahuan terbuka tidak hanya dibangun melalui sesi formal, tetapi juga melalui interaksi yang tumbuh di antara peserta, baik dalam diskusi, praktik, maupun ruang-ruang informal yang hadir sepanjang kegiatan.
WikiNusantara 2026 meninggalkan pesan bahwa pengetahuan terbuka tumbuh dari kebersamaan yang dirawat secara konsisten, bukan hanya dari satu pertemuan. Dari Makassar, semangat itu dibawa pulang untuk terus berkembang, memperluas kolaborasi, dan membuka lebih banyak ruang bagi pengetahuan yang dapat diakses oleh semua orang.



