WikiCite: Inisiatif untuk Mengembangkan Pengetahuan Terbuka

Di bulan Oktober 2020, Wikimedia Foundation mengumumkan penerima hibah WikiCite, sebuah inisiatif untuk mengembangkan pengetahuan terbuka. Ada 23 kelompok maupun individu dari 15 negara yang menerima hibah ini. Proyek yang dilakukan meliputi pembuatan atau pengunggahan konten, penjangkauan dan pelatihan, pengembangan perangkat lunak serta dokumentasi.

 

Ada dua jenis program yang ditawarkan, yaitu hibah proyek dan beasiswa. Dalam skema hibah proyek, penerima hibah akan diberikan dana sebesar 2000–10.000 USD untuk menjalankan kegiatannya. Sementara itu, dalam skema beasiswa, penerima hibah akan diberikan tunjangan harian (perdiem) untuk mengerjakan sebuah proyek singkat.

 

Di Indonesia, ada dua komunitas yang mendapatkan hibah WikiCite, yaitu komunitas Wikimedia Denpasar (proyek WikiLontar Bali) dan Komunitas Wikimedia Yogyakarta (proyek Wiki Masyarakat Adat). Untuk mengetahui lebih detail mengenai proyek tersebut, simak perbincangan Wikimedia Indonesia Indonesia dengan Bli Yosef Agus Haryanto dari komunitas Wikimedia Denpasar dan Mas Dimas Wahyudi dari komunitas Wikimedia Yogyakarta.

 

T: Bli Yosef, kenapa komunitas di Denpasar tertarik untuk mengerjakan proyek WikiLontar Bali?

J: Kami melihat ada 25.000 lebih lontar di Bali, sekitar 7000 diantaranya berada di daerah Gianyar. Namun, tidak banyak upaya untuk mendata lontar-lontar tersebut. Saat ini hanya ada 108 judul lontar yang tersedia di Wikidata. Oleh karena itu, kami mencoba untuk mengumpulkan dan membuat minimal 500 judul lontar serta memasukkannya ke Wikidata. 

 

T: Lontar tersebut berasal dari mana?

J: Untuk proyek WikiLontar Bali, kami membuat katalog dari lontar-lontar yang belum terdata di Gedong Kirtya (perpustakaan lontar) maupun di Pusat Dokumentasi, Dinas Kebudayaan Provinsi Bali. Kami akan membuat katalog dari lontar-lontar yang berada di rumah-rumah penduduk di Buleleng, Gianyar, dan Klungkung. Biasanya lontar ada di puri (rumah kalangan bangsawan) dan griya (rumah pendeta atau rohaniawan). 

 

T: Data seperti apa yang nantinya akan dimasukkan ke Wikidata?

J: Ada dimensi, tanggal pembuatan, penulis, jumlah halaman, koordinat, pemilik, lisensi, genre, dan kondisi lontar. Namun, data yang dimasukkan tergantung informasi yang tersedia di lontar. Selain itu, kami juga akan memasukkan foto lontar bagian depan dan belakang ke Wikimedia Commons. 

 

T: Dari WikiLontar Bali kita beralih ke Wiki Masyarakat Adat. Apa yang akan dikerjakan di proyek Wiki Masyarakat Adat, Mas Dimas?

J: Wiki Masyarakat Adat adalah proyek untuk mengumpulkan regulasi, baik berupa undang-undang maupun peraturan daerah mengenai masyarakat adat di Indonesia. Kami akan mengunggah minimal 77 regulasi ke Wikimedia Commons, memasukkan item tersebut ke Wikidata dan membuat indeksnya di Wikisource.

 

T: Regulasi tersebut didapatkan dari mana?

J: Kami mencari regulasi terkait masyarakat adat di situs web pemerintah tingkat provinsi, database peraturan di BPK RI dan Jaringan Dokumentasi dan Informasi Hukum Nasional

 

T: Dari pencarian regulasi ini, Apa yang Anda dan komunitas Wikimedia Yogyakarta temukan?

J: Di Indonesia ada ratusan kelompok adat. Namun, belum ada undang-undang yang mengatur secara khusus tentang masyarakat adat, terutama tentang tanah leluhur dan hak budaya mereka. 

 

Anda bisa melihat paparan langsung mengenai proyek ini di konferensi virtual WikiCite yang akan disiarkan langsung pada 28 Oktober 2020 melalui Youtube dan Facebook Wikimedia Indonesia. 

 

Keterangan foto: WikiCite Wikidata 8th Birthday logo oleh bleeptrack dilisensikan dengan CC0 1.0


Oleh: Tim Komunikasi Wikimedia Indonesia

Sebelumnya

Modul Wikipedia untuk Awam: Menjawab Kesalahpahaman tentang Wikipedia

Walau Wikipedia telah dikenal sebagai ensiklopedia bebas terbesar di dunia dan berada di peringkat...

Berikutnya

WikiSanganan: Langkah Kecil Pengenalan Jajanan Tradisional Khas Pulau Dewata

Bali tidak hanya kaya akan budaya dan keindahan panoramanya, tetapi juga kaya dengan jajanan...