Dalam rangka meningkatkan kesadaran masyarakat, khususnya pengguna media sosial tentang pentingnya informasi kesehatan perempuan di era digital, Wikimedia Indonesia bersama Kedutaan Besar Swedia di Jakarta, UNFPA Indonesia, dan Universitas Udayana menyelenggarakan gelar wicara “Bincang Perempuan: Menjembatani Kesenjangan Informasi Kesehatan Perempuan di Internet” pada 16 Maret 2024 di Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana.
Selain untuk memperingati Hari Perempuan Internasional, kegiatan ini juga bertujuan untuk menyoroti kesenjangan informasi tentang kesehatan perempuan dan mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam menyediakan informasi terkini dan tepercaya mengenai kesehatan perempuan, khususnya kesehatan seksual dan reproduksi. Acara ini dihadiri oleh Duta Besar Swedia untuk Indonesia Daniel Blockert yang turut memberikan sambutan kepada mahasiswa Program Studi Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana.
Ada tiga materi yang disampaikan dalam Bincang Perempuan ini. Materi pertama mengenai pentingnya kampanye digital kesehatan perempuan di Indonesia yang disampaikan oleh Ni Kadek Sintya Anggreni, Anggota Community of Practice UNFPA, Kreator Konten Kesehatan Reproduksi, dan Koordinator Kisara PKBI Bali. Pada sesi ini, Sintya menyoroti pendidikan kesehatan reproduksi di Indonesia yang belum tersedia secara komprehensif. Selain itu, isu kesehatan reproduksi dianggap sensitif oleh masyarakat sehingga diperlukan terminologi yang tepat dalam kampanye digital.
Materi kedua mengenai edukasi kesehatan reproduksi perempuan dan remaja melalui media sosial yang disampaikan oleh Ni Putu Tirta Dewi Mahayogi, Koordinator Program INKLUSI Bali Sruti dan aktivis kesehatan perempuan. Ia menyoroti bahwa kesehatan reproduksi bukan hanya sebuah pilihan, tetapi juga hak asasi manusia yang harus dijunjung tinggi. Kampanye digital melalui media sosial dianggap efektif karena bisa menjangkau audiens yang luas untuk menyebarkan informasi sekaligus memerangi kesalahpahaman yang berkembang di masyarakat.
Pada materi terakhir, Ivonne Kristiani sebagai inisiator dan kontributor Proyek Wiki Perempuan di Wikipedia bahasa Indonesia menyampaikan cara berkontribusi pada artikel-artikel bertopik perempuan di Wikipedia. Wikipedia memiliki peran penting sebagai salah satu sumber informasi utama bagi banyak orang di era digital ini. Namun, Ivonne menyoroti suatu realitas yang mengejutkan, yaitu konten yang berkaitan dengan perempuan di Wikipedia masih sangat minim. Hanya 19% dari artikel biografi di Wikipedia yang memuat tokoh perempuan. Kesenjangan di Wikipedia ini mencerminkan realitas sosial yang lebih besar, yaitu perempuan belum direpresentasikan dengan memadai di internet.
Bincang Perempuan menjadi forum untuk memberikan pemahaman yang lebih baik tentang urgensi menyediakan informasi kesehatan perempuan di internet, baik melalui Wikipedia maupun media sosial. Melalui kolaborasi antarpihak, kesenjangan ini diharapkan bisa diatasi sehingga informasi kesehatan perempuan, termasuk informasi kesehatan seksual dan reproduksi dapat tersedia secara layak di internet.
Keterangan gambar: Bincang Perempuan di Universitas Udayana oleh Bali Sruti dilisensikan dengan CC BY-SA 4.0.




