Bahasa Minangkabau memiliki beragam dialek dari nagari ke nagari (wilayah setingkat desa). Di tengah modernisasi dan globalisasi, pelestarian kebudayaan lisan semakin penting agar tidak hilang ditelan zaman dan generasi di masa depan tetap mengenal akar bahasanya. WikiDialek hadir untuk menjaga dan mendokumentasikan dialek-dialek Minangkabau dalam bentuk teks, audio dan video.

WikiDialek adalah program yang diinisiasi oleh Komunitas Wikimedia Padang pada tahun 2019. Tujuannya untuk mendokumentasikan keragaman dialek Minangkabau dalam bentuk audio dan video yang kemudian diunggah ke Wikimedia Commons dan Wikitongues. Pada tahun 2025 program ini berlanjut dengan nama WikiDialek 2.0 yang fokus pada dialek di Kabupaten Dharmasraya dan Kabupaten Sijunjung. Pelaksanaan WikiDialek 2.0 didukung oleh Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah III (BPK III), Wikimedia Indonesia, Universitas Dharmas Indonesia, dan Komunitas Wikimedia Padang.

Fokus WikiDialek 2.0

Zhilal Darma, CC BY-SA 4.0, via Wikimedia Commons

Ada dua kegiatan utama WikiDialek 2.0, yaitu lokakarya dan perekaman dialek. Lokakarya dilaksanakan pada 26 Juli 2025 di Universitas Dharmas Indonesia. Kegiatan ini dibuka oleh Dr. Amar Salahuddin M.Pd selaku Wakil Rektor III Universitas Dharmas Indonesia. Ada 20 mahasiswa yang mengikuti kegiatan ini. Para peserta lokakarya mendapatkan materi tentang pentingnya pelestarian Dialek Kotobaru dan Ampang Kuranji di Dharmasraya serta praktik penggunaan platform Lingua Libre, Wikimedia Commons, dan Wiktionary bahasa Minangkabau (Wikikato). Peserta berhasil merekam 241 kata dalam Dialek Minangkabau di Dharmasraya di Wikimedia Commons dan menambahkan 25 lema baru serta mengembangkan 175 lema di Wikikato.

Zhilal Darma, CC BY-SA 4.0, via Wikimedia Commons

Selanjutnya perekaman dialek dilakukan pada 28–30 Juli 2025 di Kabupaten Sijunjung, Sumatera Barat. Ada tujuh orang penutur yang dilibatkan dari berbagai nagari. Kegiatan perekaman ini menghasilkan 376 kata dalam Dialek Minangkabau di Sijunjung.  Seluruh dokumentasi kegiatan bisa diakses di Wikimedia Commons dengan Kategori WikiDialek 2.0.

Harapan

Zhilal Darma, CC BY-SA 4.0, via Wikimedia Commons

Zhilal Darma selaku penanggung jawab WikiDialek 2.0 berharap kegiatan ini mampu memberikan dampak yang baik bagi pelestarian dialek bahasa Minangkabau di ranah digital. Sementara itu, Dr. Amar Salahuddin M.Pd selaku Wakil Rektor III Universitas Dharmas Indonesia mengatakan kegiatan ini merupakan langkah nyata pelestarian bahasa daerah melalui teknologi dan kolaborasi. Semoga kegiatan ini bisa terus berkembang dan memberikan manfaat, serta bisa dilaksanakan dalam jangkauan yang lebih luas.

Penulis