Pernahkah Anda mengunjungi laman su.wiktionary.org? Apabila Anda perhatikan, di tampilan desktop bagian kiri atas akan muncul logo bertuliskan aksara Sunda. Logo yang pada dasarnya menegaskan identitas proyek, kenyataannya tidak selalu demikian. Meski logonya sendiri menggunakan aksara Sunda, entri-entri di dalamnya terkesan kontras karena tidak ada yang menggunakan aksara Sunda ⎯ setidaknya hingga September 2025 lalu.

Selama dua dekade Wiktionary atau Wikikamus Sunda berdiri, ia sudah dikunjungi oleh puluhan kontributor yang telah menatanya sedemikian rupa. Ada banyak lema dalam bahasa-bahasa di dunia yang termuat di sana dan tentu saja yang paling banyak adalah bahasa Sunda. Mulai dari bahasa Sunda heubeul (kuno) yang jarang digunakan hingga kiwari (saat ini) yang sering digunakan dalam percakapan sehari-hari. Seluruh lema ini termasuk bahasa Sunda yang ditulis dalam aksara Latin. Padahal, bahasa Sunda merupakan salah satu bahasa daerah yang memiliki sistem penulisan dengan aksaranya sendiri. Namun, Wiktionary Sunda belum menerapkan hal tersebut. Sebenarnya, tidak ada yang salah apabila menulis lema bahasa Sunda dalam aksara Latin. Namun, akan lebih beragam apabila lema-lema ini juga dilengkapi dengan aksara Sunda.

Tampilan halaman menyunting di Wiktionary bahasa Sunda dan Wiktionary bahasa Inggris
(Akbar Soepadhi, CC BY-SA 4.0, via Wikimedia Commons)

Hingga Oktober 2025, persoalan-persoalan kecil ini mulai terjawab dengan adanya berbagai aktivitas untuk menambahkan lema dalam aksara Sunda. Apabila ditelisik lebih mendalam, aktivitas seperti ini bukanlah hal baru. Fakta bahwa di Wiktionary yang lebih besar, seperti Indonesia, Inggris, dan Malagasy, sudah ada lema bahasa Sunda yang ditulis dalam aksara Sunda. Bahkan Wiktionary Inggris pun sudah menyimpan setidaknya 700 lema tersebut. Namun, bagi Wiktionary Sunda ini adalah kali pertamanya.

Selama Oktober hingga November 2025, ada beberapa kegiatan untuk meningkatkan lema beraksara Sunda di Wiktionary. Kegiatan yang diprakarsai oleh Komunitas Wikimedia Bandung ini menyasar instansi-instansi pendidikan, yakni Universitas Pendidikan Indonesia, Universitas Padjadjaran, dan masyarakat umum yang tertarik dengan aksara Sunda. Melalui kegiatan tersebut, ada 609 lema baru dengan 304 lema diantaranya ditulis menggunakan aksara Sunda. Bukan angka yang banyak apabila dibandingkan dengan total keseluruhan lema. Namun, untuk kegiatan perdana, hal ini merupakan pencapaian yang berarti.

Secara teknis, lema dalam aksara Sunda tetap ditulis secara manual, baik itu definisi, contoh kalimat, dsb. Ada beberapa hal yang menjadi perhatian ketika menulis aksara Sunda, yaitu penggunaan templat-templat tertentu yang mungkin bisa memudahkan dalam penulisan maupun otomatisasi kategori lemanya. Lalu, pengetikan aksara Sunda masih memanfaatkan pemasangan perangkat lunak di luar proyek Wikimedia. Hal ini akan lebih efektif apabila metode memasukkan aksara Sunda sudah tersedia di MediaWiki sehingga bisa memanfaatkan ekstensi Universal Language Selector.

Perbandingan lema bahasa Sunda (Akbar Soepadhi, CC BY-SA 4.0, via Wikimedia Commons)

Saat ini, Wiktionary Sunda sudah berusia 21 tahun dan masih memerlukan uluran tangan dari para kontributor untuk membangun serta merawat warisan aksara di era digital saat ini. Harapannya Wiktionary Sunda dapat menjadi salah satu pionir yang berperan sebagai korpus kosakata-kosakata dalam aksara Sunda.

Penulis