Kaleidoskop Indonesia dalam Bingkai Wiki Cinta Budaya

Kompetisi foto Wiki Cinta Budaya telah berakhir pada 31 Oktober 2018. Kompetisi ini bertujuan untuk menggali dan memperkenalkan kembali budaya Indonesia yang acap kali dipandang sebelah mata oleh bangsa sendiri. Padahal dengan lebih dari 300 suku bangsa dan 700 bahasa, negara kita sangat potensial untuk bisa dikembangkan lagi. Semboyan Bhinneka Tunggal Ika tidak hanya jadi pepesan kosong.

 

Kompetisi ini berlangsung secara daring dari tanggal 1 September 2018—31 Oktober 2018 melalui Wikimedia Commons, salah satu proyek Wikimedia yang berkecimpung dalam berkas-berkas multimedia berlisensi bebas, seperti foto, audio, dan video. Wikimedia Indonesia menggandeng Direktorat Jenderal Kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang turut mendukung pendataan budaya leluhur bangsa Indonesia. Selama dua bulan periode kompetisi, terdapat 522 peserta dengan 2.579 unggahan foto dari 26 provinsi se-Indonesia. Beragam budaya menarik bisa kita saksikan hanya dengan menyapukan jemari kita ke layar ponsel, mulai dari foto Sikerei, ahli pengobatan tradisional asal Mentawai hingga para pemain suling tambur dari Raja Ampat. 

 

 

Pendokumentasian budaya dalam ranah visual memang sangat diperlukan. Hal ini juga bisa mendorong terciptanya gambaran dan pemahaman baru budaya suku lain. Tentu kita pun patut berbangga diri dengan keragaman budaya bangsa kita ini. Mari terus berbagi mozaik budaya Indonesia berkonten bebas bersama kami!

Sebelumnya

Panggilan Terbuka – Partisipasi pada Hackathon Data Budaya “Coding da Vinci”

Goethe-Institut dan Wikimedia Indonesia memberi kesempatan kepada pakar bidang GLAM (galeri,...

Berikutnya

Nadiantara: Motivasi Saya adalah Rasa Jengkel

Wawancara dengan I Wayan Nadiantara, pemenang utama kompetisi Proyek Ganesha, mengenai...