WikiNusantara, Konferensi Nasional Perdana untuk Komunitas Wiki Terselenggara dengan Sukses

Setelah berhasil mengadakan konferensi tingkat regional East Asia, Southeast Asia, and Pacific (ESEAP) pada tahun sebelumnya, Wikimedia Indonesia akhirnya menyelenggarakan konferensi tingkat nasional untuk pertama kalinya, WikiNusantara. Konferensi ini diadakan khusus bagi para kontributor situs-situs proyek Wikimedia yang berdomisili di Indonesia guna mempertemukan mereka secara langsung dari yang biasanya hanya bersua secara daring. Berlangsung selama 2 hari, pada 27-28 April 2019, WikiNusantara digelar di Yogyakarta.

 

Mengusung tema “jendela kolaborasi”, konferensi WikiNusantara mengajak para kontributor Wikimedia untuk membangun semangat kolaborasi dalam membebaskan pengetahuan. Di dalam konferensi ini, 82 kontributor dari berbagai proyek Wikimedia seperti: Wikipedia bahasa Indonesia, Wikipedia bahasa Jawa, Wikipedia bahasa Sunda, Wikipedia bahasa Minangkabau, Wikipedia bahasa Banjar, Wikipedia bahasa Aceh, Wikimedia Incubator, Wikidata, Wikisource, dan Wikimedia Commons dipertemukan. Konferensi ini dibuka oleh Cahyo Ramadhani selaku Koordinator Konferensi dan Rinto Jio selaku anggota Dewan Pengawas Wikimedia Indonesia.

 

Selama 2 hari konferensi, peserta dapat mengikuti 25 sesi yang ada. Sesi-sesi tersebut dibagi dalam 2 tema besar yaitu peningkatan kapasitas dan penguatan komunitas. Di antara sesi peningkatan kapasitas adalah pengenalan lisensi Creative Commons, lokakarya bot, dan pelatihan pelatih Wikipedia. Sementara itu, sesi penguatan komunitas mencakup sesi-sesi dari berbagai komunitas bahasa Wikipedia yang ada di Indonesia, seperti bahasa Indonesia, Melayu, Jawa, Sunda, Minangkabau, Banjar, Aceh, dan Using. Di dalam rangkaian WikiNusantara ini juga terdapat sesi yang dibuka untuk umum yaitu sesi yang dibawakan oleh Ivan Lanin yang berjudul Urun Daya Pengetahuan dalam Wikipedia. Antusias publik yang tinggi terlihat dari jumlah pendaftar sesi tersebut yang mencapai 257 orang. Meski demikian, kursi yang tersedia untuk publik hanya 100 buah.

 

Selain sesi-sesi tersebut, ada juga acara Sesrawungan atau acara keakraban bagi seluruh peserta konferensi. Acara keakraban ini diselenggarakan pada Sabtu malam dengan mengundang komunitas mahasiswa pemain gamelan Prasasti dari Program Studi Sastra Inggris, Universitas Gadjah Mada. Dalam acara keakraban tersebut, peserta menikmati gendhing yang dibawakan Prasasti dan diajarkan bagaimana memainkan instrumen-instrumen gamelan secara padu dengan membawakan gendhing sederhana berjudul Suwé Ora Jamu. Acara ini berlangsung meriah karena banyak peserta baru pertama kali menjadi pengrawit (pemain gamelan) namun diminta untuk membawakan sebuah gendhing. Yang menarik, ada momen lucu saat peserta tidak tahu kapan harus mengakhiri gendhing sehingga alunan gamelan berjalan terus dan terpaksa dihentikan dengan teriakan “stop! stop!” alih-alih diakhiri oleh kendhang.

 

Konferensi ini ditutup oleh Biyanto Rebin selaku Ketua Umum Wikimedia Indonesia. Ia memaparkan pencapaian Wikimedia Indonesia selama setahun terakhir dalam upayanya membebaskan pengetahuan kepada masyarakat. Salah satu program yang banyak digelar setahun terakhir adalah pelatihan menulis di Wikipedia atau WikiLatih. Dalam setahun, ada 48 pelatihan yang diikuti lebih dari 1.000 peserta. WikiLatih ini bekerja sama dengan lebih dari 50 instansi dan diadakan dalam 6 bahasa yang dipertuturkan di Indonesia. Secara keseluruhan ada 25 kabupaten dan kota yang tersebar di 5 pulau di Indonesia yang berhasil didatangi tim WikiLatih untuk menyebarkan semangat membebaskan pengetahuan.

Sebelumnya

Merayakan Keragaman Seni Budaya dan Pemikiran Perempuan bersama CME-Fest

Hibah Cipta Media Ekspresi baru saja menyelenggarakan festival seni dan budaya yang bertajuk...

Berikutnya

Mengenal Minangkabau di awal era 1900-an melalui Digitalisasi Majalah PDIKM

Selain melalui buku, majalah juga bisa bercerita banyak tentang peristiwa pada sebuah masa. Salah...